Jika Anda sudah mengalami migren berkali-kali dan dalam kondisi yang serupa, maka besar kemungkinan Anda sudah tahu pemicu pada diri Anda. Namun, jika Anda masih juga belum mengetahui penyebab migren Anda, mungkin sudah saatnya Anda mencatat hal-hal yang Anda lakukan atau minum sebelum si migren kumat. Untuk mencegah si migren kambuh, berikut adalah hal-hal yang ditengarai menjadi pemicu migren. Apakah salah satunya yang sering menjadi pemicu migren Anda?

1. Bobot tubuh


BMI (Body Mass Index/Indeks Massa Tubuh) memengaruhi kesehatan seseorang. Para peneliti menemukan bahwa wanita dengan kondisi obesitas sedang (BMI sekitar 30), memiliki kenaikan 35 persen risiko terkena sakit kepala ketimbang mereka yang BMI-nya lebih rendah. Obesitas kelas tinggi (BMI di atas 40) memiliki kemungkinan sakit kepala lebih sering hingga 80 persen.

2. Kepribadian
Beberapa sifat seseorang, termasuk mabuk kekuasaan, pendiam, pemarah, dan obsesif membuat Anda lebih mudah terkena migren. Jika Anda memiliki salah satu sifat tersebut, ada baiknya untuk mengikuti kelas relaksasi.

3. Orgasme
Dalam satu survei, sebanyak 46 persen penderita sakit kepala yang berulang mengatakan bahwa penyebab sakit kepalanya adalah seks. Biasanya, ini merupakan sakit kepala yang timbul akibat kerja keras (yang juga sering dialami oleh pelari dan atlet angkat beban). Pada tahap ini, akan terasa sakit yang lamban, dimulai sejak pemanasan atau mendadak pening ketika mencapai orgasme (kebanyakan dialami oleh pria). Di beberapa kasus yang jarang, sakit kepala yang begitu hebat bisa terjadi akibat tumor dan penyempitan pembuluh darah. Pada kebanyakan orang, sakit kepala akibat seks tak terlalu berbahaya.

4. Terlalu banyak tidur
Biasanya di hari-hari kerja, kita merasa amat kelelahan, dan begitu menemukan libur panjang, kita membalas dendam dengan tidur yang lama. Menurut penulis What Your Doctor May Not Tell You About Migraines, Alexander Mauskop, MD, ini terjadi akibat perubahan rutinitas mendadak. Pertahankan kebiasaan dan rutinitas tidur Anda secara perlahan. Jika Anda biasa tidur 8 jam, jangan tiba-tiba memperpanjang jam tidur menjadi 10 jam atau tetap berbaring padahal sebenarnya Anda sudah tak lagi mengantuk. Ini bisa membuat kepala Anda sakit.

5. Bau cat
Cat tradisional bisa menyebabkan sakit kepala. Jika ada bagian rumah Anda yang baru saja dicat, usahakan untuk tidak memasuki ruangan tersebut. Setidaknya tutuplah pintu ruangan tersebut, dan taruh kopi bubuk di wadah, lalu taruh di pojok ruangan. Bubuk kopi bisa menyerap bau cat.

6. Dehidrasi
Kekurangan cairan pun bisa mengakibatkan migren. Anda tak perlu minum air bergalon-galon. Air dari buah-buahan dan sayur pun bisa membantu, karena vitamin dan cairan ada di dalamnya.

7. Melewatkan waktu makan
Kelaparan adalah salah satu pemicu sakit kepala yang paling umum. Bisa menyebabkan kekurangan asupan pada otak dan membuat Anda tak bisa berpikir.

8. Terlalu banyak kafein
Sedikit kafein bisa menyembuhkan sakit kepala, namun jika terlalu banyak, justru bisa memicu. Neurolog asal New York, Audrey Halpern, MD, mengatakan, jika kafein adalah penyebab sakit kepala, kurangi asupannya perlahan-lahan hingga hanya meminumnya tak lebih dari 2 cangkir seminggu.

9. Kurang bergerak
Sebuah studi di Swedia mengatakan, bahwa mereka yang kurang aktif lebih banyak terkena sakit kepala dibandingkan mereka yang sering berolahraga. Coba lakukan latihan kardio setidaknya 20-30 menit per hari, 5 hari seminggu. Hal ini baik untuk mengurangi stres, mengirimkan darah ke otak, dan mengalirkan endorfin ke seluruh tubuh. Namun, sebaiknya konsultasi dengan dokter Anda sebelum mulai berolahraga, karena olahraga bisa menjadi salah satu pemicu bagi sebagian orang.

10. Kekurangan tidur
Sebuah studi besar-besaran menyatakan, bahwa mereka yang tidur 6 jam atau kurang pada malam hari memiliki risiko lebih besar untuk sakit kepala yang parah dan sering, ketimbang mereka yang lebih banyak waktu tidur. Beberapa makanan pun bisa memicu sakit kepala. Maka, jangan lupa untuk mencatat makanan apa saja yang memicu sakit kepala Anda. Beberapa makanan yang mengandung magnesium, seperti bayam, buncis, kacang polong, atau whole grain, dipercaya bisa mengurangi rasa sakit kepala.

About these ads